Kota Yang Memiliki Kerentanan Tsunami Adalah

Posted on

Kota Yang Memiliki Kerentanan Tsunami Adalah – Download “Progres Ketahanan Laut Terhadap Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir Lampung Selatan, Lampung Fatimah Rizki dan Provinsi Aliza”

1 i Penyusunan Pedoman Ketahanan Tsunami Baru di Wilayah Pesisir Lampung Selatan, Lampung Fatimah Rizki Aneliza Dinas dan Teknologi dan Teknologi Provinsi Lampung 01

Kota Yang Memiliki Kerentanan Tsunami Adalah

3 iii Pernyataan Skripsi dan Pengakhiran Hukum dan Hak Cipta Saya menyatakan bahwa skripsi yang berjudul Pemetaan Kerentanan Pesisir Terhadap Lokasi Tsunami di Wilayah Pesisir Provinsi Lampung, Provinsi Lampung Selatan adalah hasil karya saya di bawah bimbingan Komite Audit dan belum pernah diajukan dalam bentuk apapun . Universitas manapun. Sumber informasi yang diperoleh atau diambil dari karya yang diterbitkan atau tidak diterbitkan dari penulis lain dikutip dalam teks dan tercantum dalam daftar pustaka di bagian akhir tesis ini. Saya menyerahkan hak cipta tulisan saya kepada Universitas Pertanian Bogor. Bogor, September 2019 Fatimah Rizki Anliza NIM c

Pemerintah Aceh Peringati 9 Tahun Tsunami Tohoku Jepang

4 iii Abstrak Fatimah Rizki Analiza. Peta Kerentanan Pesisir Terhadap Bahaya Tsunami di Wilayah Pesisir Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Di bawah pengawasan VINCENTIUS SIREGAR dan JONSON LUMBAN GAOL. Indonesia merupakan negara dengan resiko tsunami yang tinggi. Hal ini dikarenakan Indonesia berada di jalur gempa aktif dan cincin api yang dapat mengintensifkan proses geologi di dasar laut yang dapat menyebabkan tsunami. Salah satu kegiatan mitigasi bahaya tsunami yang paling penting adalah memetakan kerentanan pesisir terhadap tsunami. Penelitian ini menginvestigasi empat kabupaten di pesisir barat negara bagian Lampung Selatan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode pengukuran pembobotan. Parameter yang digunakan untuk menganalisis tingkat kerawanan tsunami adalah ketinggian, elevasi, tata guna lahan, kedekatan dengan pantai dan jarak dari sungai. Tingkat kerawanan dibagi menjadi lima kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Kecamatan Kalianda tergolong tinggi karena dataran rendah dan kemiringan landai, sedangkan dataran rendah berada di Kecamatan Katibung dan Rajabasa. Kata kunci: Lampung Selatan, Kerentanan Pesisir, Tsunami, Pantai Lampung Selatan, Peta Kerentanan Pesisir GIS untuk Bahaya Tsunami di Lampung. Di bawah pengawasan VINCENTIUS SIREGAR dan JONSON LUMBAN GAOL. Indonesia merupakan negara dengan resiko tsunami yang tinggi. Hal ini disebabkan karena Indonesia terletak pada jalur gempa aktif dan meningkatkan intensitas proses geologi di Samudera Pasifik. Salah satu kegiatan utama dalam pengurangan risiko tsunami adalah memetakan tingkat kerentanan pesisir terhadap tsunami. Penelitian ini mengkaji empat kabupaten di pesisir barat negara bagian Lampung Selatan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan metode pembobotan. Parameter yang digunakan untuk menganalisis tingkat kerawanan tsunami adalah kemiringan lereng, tata guna lahan, kedekatan dengan pantai dan jarak dari sungai. Tingkat kerawanan dibagi menjadi lima kategori, yaitu sangat tinggi, tinggi, sedang, rendah dan sangat rendah. Kecamatan Kalianda memiliki ketinggian tempat karena perbukitan dan lereng yang rendah sedangkan sensitivitas terendah berada di kecamatan Katibung dan Rajabasa. Kata kunci: Lampung Selatan, kerentanan pesisir, tsunami, GIS

5 vi Pengembangan Ketahanan Pesisir Terhadap Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir Lampung Selatan, Provinsi Lampung, Fatimah Rizki Aneliza Skripsi, Kementerian Ilmu Pengetahuan, Kementerian Ilmu Pengetahuan, Jurusan Ilmu Kelautan dan Oseanografi sebagai bagian dari persyaratan meraih gelar sarjana. Intelijen dan Teknologi Marine Photography Bogor 2019

8 viii Pendahuluan Puji dan syukur atas segala nikmat Allah subhanahu wata ala dapat menyelesaikan karya ilmiah ini. Topik yang dipilih untuk penelitian yang dilakukan sejak November 2018 ini adalah kerentanan wilayah yang bertajuk Kerentanan Pesisir Terhadap Bencana Tsunami di Wilayah Pesisir Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Terima kasih Prof. dr. Pak. Vincentius P. Siregar, DEA dan Bpk. dr. Pak. Johnson Lumban Gaol, M.Si sebagai Inspektur. Ucapan terima kasih juga saya tujukan kepada ayah, ibu, seluruh keluarga dan teman-teman ITK52 atas segala doa dan kasih sayangnya. Semoga karya ilmiah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membutuhkan. Bogor, September 2019 Fatima Rizki Aneliza

9 vii Daftar Isi Daftar Tabel x Daftar Gambar x Daftar Lampiran x Pendahuluan 1 Latar Belakang 1 Tujuan Penelitian 2 Metode 2 Waktu dan Lokasi Penelitian 2 Bahan dan Bahan 3 Pengumpulan Data 3 Pengolahan Data 3 Pengertian Analisis Decommunerability 7 Tanggapan dan Pembahasan 8 Penentuan Kerentanan Pesisir Terhadap Bahaya Tsunami 8 Analisis Kerentanan Pesisir Terhadap Bahaya Tsunami 15 Rangkuman dan Rangkuman Kesimpulan 17 Kesimpulan 17 Rekomendasi 17PNIXLA20END07

Makalah Bencana Tsunami Fixfix

10 x Daftar Tabel 1 Jenis dan Sumber Data Penelitian 4 2 Matriks Parameter Pesisir Rentan Tsunami 5 3 Rentang Kelas Kerentanan Pantai untuk Tsunami 8 Daftar Gambar 1 Peta Lokasi Penelitian 3 2 Proses Penelitian Kerentanan Pesisir 3 4. Kerentanan Pesisir di Selatan Wilayah Lampung 9 4 Persentase Indeks Ketinggian 9 5 Peta Ketinggian Provinsi Lampung Selatan 10 6 Persen Kerentanan Pesisir pada Dimensi Lereng 11 7 Peta Pesisir Lampung Selatan 11 8 Persentase Kerentanan Pesisir D21 Ketinggian Sungai Persentase Kerentanan Pesisir Berdasarkan Indikator Jarak Sungai di Provinsi Lampung Selatan Peta Tata Guna Lahan di Wilayah Lampung Selatan – Kerentanan Pesisir di Pepper 100 Level-Indikator Tata Guna Lahan Peta Kerentanan Pesisir Terhadap Bahaya Tsunami Persentase Kerentanan Pesisir Terhadap Bahaya Tsunami 166 Lampiran Tabel 1 Hasil perhitungan algoritmik yang digunakan dalam kedekatan pantai didasarkan pada Brettschneider dan Wybro (1976): jumlah total bobot 2020 (Ni) dan lebar interval kelas (L) 21

11 1 Pendahuluan Prioritas Indonesia merupakan negara yang rawan bencana tsunami. Hal ini dikarenakan Indonesia berada pada jalur gempa aktif dan Cincin Api (Ring of Fire) sehingga dapat meningkatkan intensitas proses geologi bawah laut yang dapat menimbulkan tsunami (Faiqoh et al. 2013; Naja dan Mardiatno 2018). . ). Menurut Yudichara dan Budiono (2008), pertemuan dua lempeng terbesar dunia yaitu Lempeng Samudera Hindia-Australia yang menunjam Lempeng Benua Eurasia di Indonesia bagian barat mengakibatkan terbentuknya palung samudra dan gunung berapi. Pergerakan lempeng ini akan menimbulkan gempa bumi akibat gempa tektonik dan aktivitas vulkanik yang dapat menimbulkan tsunami. Ada 28 wilayah di Indonesia yang dinyatakan rawan gempa, gunung berapi, dan tsunami. Antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Benten, Jawa Tengah, Yogyakarta Selatan, Jawa Tenggara, Bali, NTB dan NTT (Desmonda dan Adji 2014). Wilayah Lampung Selatan merupakan wilayah yang berpotensi terkena tsunami. Hal ini dikarenakan wilayah Lampung Selatan berada dekat dengan perbatasan antara Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Eurasia. Daerah ini rentan terhadap gempa bumi dan tsunami sebagai akibat dari pertemuan dua lempeng yang berbeda ini. Tsunami adalah gelombang besar yang disebabkan oleh banyak faktor, seperti gempa bumi, letusan gunung berapi bawah laut, dan tanah longsor besar di dasar laut (Hutabarat dan Ivan 2008). Gempa bumi merupakan salah satu sumber tsunami. Getaran gempa dapat menimbulkan gelombang yang menyebar ke segala arah. Jika aliran bergerak di sepanjang pantai dan memasuki daerah sempit seperti sungai, kecepatan aliran akan meningkat dan permukaan air akan naik dan dapat merusak infrastruktur di daerah pantai. (Naryanto 2008). ). Menurut Diposaptono dan Budiman (2006), jika terjadi gempa bumi dengan kekuatan lebih besar dari 6,5 skala Richter dan pusat gempanya kurang dari 60 km dari dasar laut, dapat terjadi tsunami. Tsunami termasuk dalam kategori bencana yang dampaknya terus mengancam penduduk pesisir (Muhari et al. 2010). Walaupun kemunculannya kecil, namun memiliki daya rusak yang besar bagi manusia dan lingkungan serta dapat menimbulkan banyak kerusakan sehingga bahaya tsunami ini harus lebih diperhatikan (Syamsidik dan Istiyanto 2013; Subardjo dan Raden 2015). Pada akhir tahun 2004, Aceh mengalami tsunami yang mengakibatkan korban jiwa sebanyak 2000 orang (Terrigan 2005). Pada tahun 1883, terjadi tsunami akibat letusan gunung Krakatau di kawasan Selat Sunda. Ketinggian gelombang tsunami mencapai 30 meter di wilayah pesisir Provinsi Banten bagian barat dan Provinsi Lampung bagian selatan. Fenomena tersebut melanda Sumatera bagian selatan dan Jawa Barat bagian barat, menewaskan sedikit banyak orang (Yudichara.).

12 2 dan Budiono 2008). Kemudian pada tahun 2018 terjadi tsunami lagi akibat longsor gunung Krakatau di Selat Sunda yang menewaskan banyak orang. Kejadian ini jelas menunjukkan bahwa tsunami adalah bencana yang menghancurkan. Oleh karena itu, upaya pengurangan bahaya tsunami memerlukan tindakan pencegahan yang bertujuan untuk mengurangi dampak negatif dari bahaya tsunami (Jocovinarno 2011). Salah satu metode mitigasi yang mungkin dilakukan adalah dengan menganalisis dan memetakan daerah rawan tsunami. Kurangnya data tentang kerentanan regional terhadap bahaya tsunami di Indonesia telah menimbulkan kebutuhan akan penelitian untuk mempelajari, menilai dan memetakan wilayah ini. Sistem informasi geografis (GIS) adalah alat yang ampuh untuk analisis spasial dan berkembang pesat (Lestari et al. 2016). Untuk digunakan dalam penelitian pemetaan bahaya tsunami

Planet yang memiliki cincin adalah, planet yang tidak memiliki satelit adalah, usaha yang wajib memiliki siup adalah, lembaga yang memiliki kekuasaan yudikatif adalah, usaha yang diwajibkan memiliki siup adalah, kota yang memiliki selisih waktu7 jam dengan waktu greenwich adalah, tumbuhan monokotil yang batangnya memiliki kambium adalah, kabel yang memiliki inti serat kaca adalah, alat kontrasepsi yang memiliki prinsip kerja yang sama dengan kondom adalah, malaysia memiliki kota yang bernama, tombol keyboard yang memiliki fungsi tertentu adalah, buah yang memiliki kandungan vitamin c adalah

Leave a Reply

Your email address will not be published.